Kamis, 29 Mei 2008

Rabu, 28 Mei 2008

ARTIKEL DARI SANDI - SISWA LP3I BANJARMASIN PROGRAM IK-S2

Pekerjaanku adalah seorang penolak rakit di tepi sungai, yakni aku memindahkan penumpang dari satu tebing sungai ke tebingnya yang lain. Hal itu sudah ku lakukan sejak bertahun-tahun lamanya.

Pada suatu hari, datanglah seorang lelaki tua itu kepadaku.

"Bolehkah tuan menyeberangkanku ke tebing sebelah sana secara ikhlas lillahi ta'ala?"

"Boleh," jawabku. "Aku boleh membawamu ke sana dengan ikhlas, tanpa bayaran!"

Lelaki tua itu pun menaiki rakitku dan aku pun menjalankan rakit itu menuju ke tebing yang sebelah sana. Saat tiba di tebing sana, orang tua itu berkata lagi:

"Tuan, aku akan menitipkan sesuatu kepada tuan, bolehkah tuan menjaganya?"

"Apakah itu?" tanyaku kepadanya.

"Hanya sesuatu bungkusan dan sebilah tongkat. Apabila datang hari besok hampir waktu Zohor, tuan akan menemukan diriku mati di bawah pohon ini," dia berkata begitu sambil menunjukkan pohon yang dimaksudkan. Kemudiaan dia menyambung pesanannya lagi:

"Maka mandilah dan bungkuslah aku dengan kain yang ada di bawah kepalaku, kemudian sholatkanlah aku dan tanamlah aku di bawah pohon itu. Setelah itu ambillah bungkusan ini serta tongkatnya lalu simpanlah dia baik-baik. Sewaktu-waktu kalau ada orang yang memintanya berikanlah kepadanya!" pesanannya dengan sungguh-sungguh.

"Itu saja pesananmu?!" tanyaku lagi, Dia menganguk-angukkan kepalanya.

"Baiklah," kataku dengan penuh keheranan.

Malam itu aku tak dapat tidur kerana terus memikirkan keadaan orang itu. Betulkah dia akan mati, seperti yang dia katakan? Kalau tidak, buat apa aku memikul beban amanat ini!

Begitu pagi mula muncul, aku segera pergi ke tempat rakitku untuk berkerja, sambil menunggu waktu Zohor, aku pun duduk termangu-mangu dan hatiku bredebar-debar. Tiba-tiba aku terlena dan terus tertidur, dan baru bangun ketika waktu menjelang Asar. Aku teringat akan janjiku kepada orang tua itu, dan aku cepat-cepat menuju ke bawah pohon yang ditunjukkan kepadaku semalam, dan ternyata benar lelaki itu telah meninggal dunia di sana, dan wajahnya semakin bersinar-sinar.

"Inna Lillaahi Wa Innaa Illaihi Raji'uun!" lisanku mengucap.

Aku pun segera menyelenggarakan mayatnya, memandikannya lalu membungkusnya dengan kain yang diletakkan di bawah kepalanya yang baunya sangat harum sekali. Kemudiaan mensholatinya dan menggali kubur di bawah pohon, dan ternyata di sana telah terdapat kuburan yang terbuat dari batu yang sangat halus sekali buatannya. Aku memasukkan jasad itu itu ke dalamnya, lalu menimbuni kubur itu dengan tanah, dan aku ambil bungkusan serta tongkat titipannya dan menyimpannya di rumah.

Hari itu, aku terpaksa bekerja sampai pagi untuk menggantikan waktu aku gunakan untuk menyelenggarakan penguburan mayat lelaki tua tadi. Apabila menjelang fajar, datanglah seorang pemuda kepadaku seraya memandangku dengan pandangan yang tajam sekali. Setelah aku menggamat-amatinya, aku mengenalinya. Ia adalah seorang pemuda yang biasa bermain sandiwara, dan biasa menyanyi dan menari. Ia memakai baju yang tipis, sementara jari-jarinya penuh dengan pacar.

Pemuda itu mendekatiku seraya memberi salam. Aku membalas salamnya. Ia bertanya:

"Benarkah tuan ini fulan bin fulan?" aku heran bagaimana dia tahu namaku.

"Betul," jawabku.

"Jika demikiaan, di manakah amanat itu?"

"Amanat apa?" tanyaku kembali.

"Sebuah bungkusan dan sebilah tongkat," pemuda itu memberitahuku.

"Siapakah yang memberitahukan hal itu kepadamu?"

"Aku sendiri tidak mengerti," jawabnya, "tapi tadi malam aku sedang di rumah teman untuk maramaikan pesta perkahwinan. Aku menari-nari serta menyanyi sampai jauh malam dan aku pun tidur di sana. Tiba-tiba datang seorang yang tak ku kenal membangunkanku seraya berkata: "Wahai pemuda, bangunlah! ketahuilah bahwa Allah S.W.T. telah mematikan seorang waliNya, dan menjadikan dirimu sebagai gantinya, Nah pergilah sekarang juga dan temui fulan bin fulan yang bekerja sebagai penolak rakit, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya wali Allah yang mati itu meninggal amanah untukmu, yaitu berupa sebuah bungkusan dan sebilah tongkat."

Aku benar-benar keheranan mendengar penunturan pemuda itu, dan aku pun menyerahkan kedua amanah itu kepadanya. Ia menerimanya lalu menanggalkan pakaiaan yang di atas badan, kemudian mandi dan berwudhu, lalu membuka bungkusan itu yang ternyata di dalamnya ada sepasang pakaiaan, lalu memakainya, dan memegang tongkat Kemudian dia datang kepadaku seraya berkata:

"Terima kasih kerana sanggup menjaga amanah ini, semoga Tuhan saja yang membalasmu!"

Kemudian pemuda itu pergi meninggalkanku. Ke mana dia pergi, aku pun tidak tahu.

Di sepajang-panjang hari itu, aku terus memikirkan tentang pemuda itu, dan bagaimana dia dengan kehidupannya yang lalai dan sia-sia boleh menerima amanat wali yang mati itu. Bila aku merasa penat, aku pun tidur. Dalam tidurku itu aku mendengar suatu suara yang mengatakan:

"Wahai hamba Allah! Apakah engkau keberatan jika Allah berkenan melimpahkan kurniaNya kepada hambaNya yang selalu membuat durhaka kepadaNya? Ketahuilah, bahawa Allah berhak penuh untuk memberikan kelebihanNya kepada sesiapapun, takdirNya adalah menurut iradatNya!"

Pada masa itulah, aku terkejut dari tidurku, lalu menangis sejadi-jadinya. Dalam menangis itu aku memohon:

"Ya Allah! Berilah hambaMu ini rahmat dan belas kasihanMu! Berilah pertolongan untuk berbakti kepadaMu, bersyukur atas segala nikmatMu, dan bersabar atas segala cobaanMu! Amin!" Amin!

Jumat, 23 Mei 2008

ARTIKEL DARI ANDRI FAUZI - SISWA LP3I BANJARMASIN PROGRAM IK-S1

Kisah dan hikmah
MAKANAN ORANG PEMURAH ADALAH OBAT

Suatu hari Imam Asy-syafi’I Radhiallahu anhu bersilaturahmi kerumah Imam Ahmad bin Hambal. Ketika malam tiba beliau makan malam bersama. Seusai makan malam Imam Asy-Syafi’I masuk kedalam kamar yang telah disediakan oleh Imam Ahmad. Kemudian berbaring di balai (dikasur). Beliau baru keluar dari kamar ketika fajar.

Tanpa diduga,seorang puteri Imam Ahmad senantiasa memperhatikan segala perilaku dan pekerjaan Imam Asy-Syafi’i, sejak kedatangannya hingga beliau masuk kamar tidur. Kemudian sang puteri bertanya kepada ayahnya: “Ayah, bukankah ayah selalu memuji dan mengatakan Imam Asy-Syafi’i itu seorang ulama yang amat alim dan saleh. Tetapi, setelah aku perhatikan, ternyata banyak yang tidak berkenan dihatiku, dan setidak sealim yang aku kira”.

Mendengar puterinya itu,Imam Ahmad terkejut. Kemudian beliau berkata kepada puterinya: “anakku,ia benar seorang yang alim. Mengapa engkau berkata demekian??”.

Kata anaknya: “Aku perhatikan ada tiga hal kekurangannya. Pertama, pada waktu disajikan makanan, beliau makannya lahap benar. Kedua , sejak masuk kekamarnya beliau tidak shalat malam dan baru keluar dari kamarnya setelah tiba shalat subuh. Ketiga, beliau shalat subuh dengan kita tanpa wudhu”.

Sejenak Imam Ahmad merenungkan perkataan anaknya. Maka, untuk mengatahui lebih jelasnya dia menyampaikan pengamatan puterinya itu untuk ditanyakan langsung pada Imam Asy-Syafi’i .

Mendengar pengaduan dari puteri Imam Ahmad, Imam Asy-Syafi’i tersenyum. Kemudian beliau berkata : “Ya, Ahmad, ketahuilah , aku banyak makan dirumahmu karena aku tahu makanan yang ada dirumahmu jelas halal dan thayib. Aku tidak meragukan sama sekali. Karena itulah aku makan dengan tenang dan lahap. Lagipula aku tahu engkau seorang pemurah.

Makanan orang pemurah itu adalah obat, dan makanan orang kikir adalah penyakit. Aku makan semalam bukan karena agar kenyang, akan tetapi untuk berobat dengan makan itu.

Sedangkan mengapa aku semalam tidak shalat malam, karena ketika aku meletakan kepelaku di atas bantal untuk tidur,tiba-tiba, seakan-seakan aku melihat dihadapanku kitab Allah dan sunnah Rasul-nya. Dan dengan izin Allah malam itu aku dapat menyusun 72 masalah ilmu fiqih islam, sehingga aku tidak sempat shalat malam. Sedangkan kenapa aku tidak wudhu’lagi ketika shalat subuh, karena aku pada malam itu tidak dapat tidur sekejap pun. Aku semalam tidak tidur sehingga aku shalat subuh dengan wudhu shalat Isya’.

Kesimpulan : “setiap yang diberi dengan hati yang penuh keikhlasan maka sesuatu yang diberi itu bagaikan obat. Yang tidak ada tandingnya di muka bumi ini.

(fauzy)

GLOBALISASI JANGAN SAMPAI MENDANGKALKAN
FUNGSI KELUARGA

Para ahli menyimpulkan,kesejahteraan sosial bersumber dari kesejahteraan di lingkungan keluarga. Apabila keluarga sejahtera kemungkinan bangsa pun juga ikut sejahtera. Apabila keluarga kuat maka Negara pun juga ikut kuat. Persatuan dan kesatuan bangsa yang solid harus dimulai dari kondisi ideal keluarga yang rukun dan damai serta hubungan antara sesama warga masyarakat maupun para pemudanya yang selalu disemangati oleh nilai-nalai kekeluargaan yang tulus. Semangat kekeluargaan adalah jiwa dari suatu masyarakat. Lenyapnya semangat kekeluargaan berarti masyarakat tak lebih dari kumpulan manusia yang tidak saling menjiwai makna kehidupan kolektif.

Didalam konteks GBHN 1993 secara tegas memberi pengarahan yang berbunyi “pembangunan keluarga sejahtera diarahkan kepada terwujudnya kehidupan keluarga sebagai wahana persamaian nilai-nalai agama dan nilai-nalai luhur budaya bangsa guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membina ketahanan keluarga agar mampu mendukung kegiatan pembangunan…”

Dewasa ini kita menghadapi masa depan yang penuh tantangan baik berupa krisis yang selalu berkelanjuatan yang juga bertepatan dengan abad 21 yang merupakan era dunia tanpa batas (boderless world) . pada abad ini kita perlu mempersiapkan ketahanan keluarga, yang menjadi benteng penangkal dan penyeleksi arus negatif budaya asing yang dapat melemahkan dan bahkan menghancurkan kepribadian bangsa Indonesia tercinta ini.

Dalam kondisi era globalisasi bangsa ini harus mempertinggi kepedulian untuk membendung sinyal-sinyal yang melemahkan ketehanan keluarga,memudarnya semangat kekeluargaan dan menipisnya kekerabaran masyarakat.yang cepat atau lambat dapat menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan kebangsaan.

Pada 100 tahun kebangkitan nasional ini mari kita jalankan visi dan strategi pembangunan nasional tentang keluarga baik berupa “material wefare” pendekatan kesejahteraan secara material dan “spiritual welfare” kesejahteraan secara spiritual. Dari kedua visi dan strategi itu tak di pisahkan karena saling berkaitan erat...

Keluarga sebagai tiang kesejahteraan social dan benteng ketahanan masyarakat perlu terus dibina dan diperkuat dalam seluruh aspeknya. Berbagai upaya eksternal telah dilakukan pemerintah termasuk melalui “crash program”. Akan tetapi, yang terpenting hal itu mestilah ditunjang oleh internal keluarga itu sendiri.

Malahan ajaran dan tuntutan islam mewajibkan kita memberi perhatian secara khusus terhadap masalah pembinaan dan penguatan fungsi keluarga yang islami. Ibu dan Bapak di amanahi untuk selalu menjalankan tugas sucinya kapan dan dimanapun dalam mendidik anak-anaknya. Baik dalam pendidikan agama,maupun pendidkan lainnya.


Dr. Musthafa Ash Sibba’ie di dalam bukunya “Akhlaquna al-Ijtimaiyah” menyatakan kerisauannya selaku seorang intelektual terhadap penomena yang berkembang dikalangan umat islam, “mungkin problem masyarakat kita yang paling penting sekarang ini adalah pendidikan anak-anak didalam keluarga.

Sebelum anak dididik disekolah atau masyarakat, maka keluarga adalah pendidikan yang utama. Sangatlah disayangkan kebanyakan kita tidak lagi memberikan pendidikan itu. Yang mana orang tua hanya sibuk mencari kekayaan material semata. Mengakibatkan anak-anaknya (laki-laki atau perempuan) sebagai korban dari pendidikan dan kasih sayang yang kurang dari keluarganya menjadi anak-anak penakut,lemah kemauan, kegoncangan pikiran. Dari problem itu juga akan muncul anak-anak nakal yang suka mengacau,anak-anak yang tinggi hati dan sn suka berpoya-poya,berpikiran salah terhadap agama, dan masih banyak lagi akibat lainnya.

Maka pada saat ini sekaligus ikut dalam memperingati seratus tahun kebangkitan nasional pengharapan dan upaya yang disandarkan pada keluarga dan semangat kekeluargaan yang masih kita miliki dan banggakan. Keluarga adalah sentral perbaikan masyarakat dan karena itu merupakan kesalahan yang paling fatal apabila proses globalisasi sampai mendangkalkan fungsi keluarga sebagai wahana persamaian nilai pendidikan,nilai social dan agamis

Wasalamuallaikum,wr.wb

Rabu, 14 Mei 2008

ARTIKEL DARI AGUS BINA - SISWA LP3I BANJARMASIN PROGRAM IK-S2

Tutorial Ultimate Mendapatkan Website Gratis Full

Kali ini saya akan coba menunjukkan suatu kombinasi yang efektif, efisien, sempurna dan gratis...
Tutorial ini merupakan rangkuman dan gabungan dari dua tutorial sebelum nya, yaitu domain gratis dan hosting gratis...

Dari hasil riset saya selama 3 hari mengenai perpaduan domain gratis dan hositng gratis, saya menemukan titik temu yang sempurna.

Pertama target riset saya lakukan terhadap dua penyedia domain redirection gratis yaitu uni.cc dan co.cc, setelah saya teliti ternyata mereka berdua menyediakan "modify DNS", ya... "modify DNS" adalah fasilitas untuk mengarahkan DNS domain ke hosting kita, feature ini sangat bagus mengingat penyedia free domain redirection yang lain hanya memberikan redirection biasa seperti domain gratis co.nr atau domain gratis .tk dan hanya sebatas cloaking...(Cloaking tidak efektif dan dibenci google).

Selanjutnya adalah mencari hosting gratisan yang cocok dan bagus, saya mencoba 3 free hosting, sebagai test.., mereka yaitu :

Hosting Gratis:
1. 50webs.com
2. 000webhost
3. Freehostia.com

Test penggabungan co.cc dengan 50webs.com, DNS saya arahkan ke 50webs.com, pihak co.cc ok..!!, tapi setelah saya cek ternyata pihak 50webs.com memberikan "0" addon domain (alias tidak mengizinkan "addon domain", katanya sih harus upgrade ).... Test gagal..

Test penggabungan co.cc dengan 000webhost berjalan lancar hanya dengan beberapa jam saja, domain co.cc sudah konek dengan hosting 000webhost. Begitu juga dengan Freehostia, mereka juga bisa konek.

Caranya co.cc dg 000webhost:
  1. Anda register dulu di uni.cc: https://www.co.cc/regist/regist_account.php?go_url=/my_account/my_account.php
  2. Setelah register anda login, pilih salah satu website anda ex: narutopicture.co.cc
  3. Klik tombol "Set up", lalu masukkan dns1.000webhost.com dalam kotak Name Server1 dan dns2.000webhost.com dalam kotak Name Server2.
  4. Anda register ke 000webhost: http://www.000webhost.com/order.php
  5. Masukkan domain co.cc anda ex: narutopicture.co.cc ke kotak: I want to host my own domain (domain must be registered already).
  6. Lalu anda isi form-form yang lain sesuai dengan data anda, dan submit
  7. Tunggu 24 Jam dan Jadi deh....

Caranya uni.cc dg Freehostia:
  1. Anda register dulu di uni.cc, lalu DNS nya uni.cc arahkan ke Free Hostia (freehostia.com), Name Server-nya ada, lihat saja pada menu Addon Domain
  2. Lalu pada cPanel Free Hostia (freehostia.com) pilih Addon Domain, masukkan domain kamu tadi, ex: lp3i-bjm.uni.cc (tanpa www)
  3. Tunggu 24 Jam dan Jadi deh....

Silahkan coba..Gratis..

Update:
Setelah saya perhatikan uni.cc meminta anda untuk memasang banner mereka, jika tidak maka domain uni.cc anda akan di hapus.
Teman2 juga lebih banyak yang suka dengan co.cc daripada uni.cc

Artikel ini saya dapat dari ilmuwebsite.com

Agus Byna
IK-S-02

Senin, 12 Mei 2008

INFO KOTA BANJARMASIN PASAR TERAPUNG (FLOATING MARKET) DI BANJARMASIN

SUNGGUH nggak afdhol jika ke Banjarmasin nggak mampir ke Pasar Terapung. Ungkapan itu sering kali diucapkan tamu-tamu luar daerah yang bertandang ke Banjarmasin, yang memang asing dengan pasar yang terapung tersebut.

Jika berangkat dari pusat kota dengan menggunakan perahu mesin atau yang biasa disebut Klotok, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk menuju pasar yang berada di aliran Sungai Barito tersebut.

Namun, jika dari pusat kota hingga kawasan Alalak menggunakan transportasi darat, maka tak memerlukan banyak waktu untuk sampai ke pasar tersebut. Biaya untuk sewa klotok pun tak begitu mahal. Karena, antara Alalak dengan lokasi Pasar Terapung tak begitu berjauhan. Kalau dari Alalak, klotok biasanya dicarter dengan harga Rp70 ribu (tergantung bisa tidaknya pencarter me-nego). Selain diajak menyusuri sepanjang pasar, pencarter pun bakal diajak berwisata ke Pulau Kembang

Pasar terapung ini sudah ada sejak lebih 400 tahun lalu. Dimana, penduduk dari pedalaman membawa hasil bumi atau hasil kerajinannya untuk dijual secara barter dengan barang dari penduduk pesisir dan pedagang-pedagang yang datang kepasar tersebut. Namun, tentunya itu tradisi dulu. Sekarang, sudah nggak ada lagi yang namanya sistem barter di pasar tersebut.

Selain dilakukan di atas aliran sungai (perahu, red), kekhasan pasar ini adalah waktu transaksinya yang berkisar dari pukul 05.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar bakal sepi. Karena, setelah pukul 09.00 Wita tersebut, para pedagang akan berpencar, menyusuri sungai-sungai kecil, untuk menjual barang dagangnya ke penduduk yang rumahnya berada di bantaran sungai.

Banyak yang diperjualbelikan. Mulai dari sayur-mayur, bahan kerajinan, buah-buahan, dan banyak yang lainnya. Bagi Anda yang hanya ingin bersantai, Anda pun bisa menikmati secangkir teh atau
kopi, plus makanan/ kue khas Banjar, sembari menikmati goyangan
ombak yang menerpa klotok yang Anda tumpangi
.

Penasaran? Makanya, kalo ke Banjarmasin, jangan lupa ke Pasar Terapung ya...Karena, sebagaimana yang disebutin di atas, nggak afdhol banget gitu lhoh, kalo ke Banjarmasin nggak mampir ke pasar yang satu ini...he...he... (khairil/ sumber : Visitors Guide Book South Kalimantan 1991)

(sumber artikel banjarmasinkoe.blogdrive)

PSPL (Program Studi Pengenalan Lingkungan)

PSPL merupakan kegiatan upacara penerimaan mahasiswa baru program profesi untuk pengenalan peraturan dan ketentuan yang berlaku disetiap program profesi serta kondisi objective dari lingkungan fisik dan sosial dilingkungan Kampus LP3I.

Maksud :
Menanamkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman secara objective dan menyeluruh tentang dinamika proses pembelajaran, menambahkan fondasi jiwa karsa yang kuat, serta menjalin tali silaturahmi oleh segenap civitas LP3I yang memiliki dimensi idealisme dan dimensi realitas.

Tujuan:
Menumbuhkan rasa memiliki, rasa tanggung jawab, dan kebanggaan menjadi bagian integral dari civitas academica LP3I, mendorong pembentukan sikap disiplin yang tinggi.
Mengidentifikasi tingkat harapan, motivasi dan potensi awal mahasiswa.

Sabtu, 03 Mei 2008

PENGAKUAN ORANG TUA ALUMNI

“Pada awalnya kami orang tua ragu atas pemintaan anak bungsu saya yang ingin kuliah di Lp3i, saya pikir hanya ikutan teman smunya, waktu itu tahun 2004 anak saya daftar di LP3I, dari brosur-brosur yang didapat anak saya dari lp3i, diam-diam saya membaca juga, dari kurikulum, fasilitas, tim dosen, dan extrakulikuler serta uang kuliah bisa dicicil tentu saja ini meringan kan beban saya selaku orang tua. Sepertinya Apa Yang Tertera Di Brosur itu memang menjanjikan untuk siap kerja. Dengan berjalannya waktu, tidak terasa saat ini anak saya sudah 2 tahun bekerja di PT. Asia Jaya perusahaan yang bergerak dalam usaha Distributor Comsumer Goods sebagai Supervisor Merchandise di kota banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Alhamdullilah anak saya juga sebentar lagi menyelesaikan pendidikan D3 nya, ini semua berkat pendidikan yang telah diperoleh di Lp3i Banjarmasin. Terima kasih kepada semua manajemen LP3I.

Hj. Fakhriah Soewarno

Orang tua alumni

PENGAKUAN ALUMNI

Nilai Sebuah PengakuanJangan pernah terkecoh dengan semua janji yang ditawarkan oleh Lembaga Pendidikan manapun yang belum pernah memperoleh pengakuan dari sedikitnya 4 komponen terpenting yang “melekat” pada indicator kredibilitas sebuah Lembaga Pendidikan, yaitu; Pengakuan dari Almuninya Pengakuan dari Pelaku Bisnis/Usaha (Perusahaan) Pengakuan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Pengakuan Masyarakat dan Orang Tua.

Lembaga Pendidikan yang baik memiliki satu muara yang “mutlak” dimiliki yaitu mampu membuat lulusannya memiliki kemampuan beradaptasi dalam bekarir dan berwirausaha. 4 sumber pengakuan tersebut diatas ditambah dengan kemampuan sebuah Lembaga Pendidikan dalam menyalurkan lulusannya untuk bekerja merupakan “Indicator sekaligus Navigator” Lembaga Pendidikan yang memiliki Kredibilitas yang Tinggi dan patut dijadikan sebagai pilihan yang tepat dalam menjawab kebutuhan mereka yang ingin belajar dan kemudian bekerja.
Jangan pernah “TERKECOH” dengan kalimat dan janji “biaya kuliah kami jaun lebih murah dari LP3I” yang dijadikan sebagai satu-satunya alat dari Lembaga Pendidikan yang justru “Murahan”. Mengapa ?,…. K
arena mereka tidak memiliki Keunggulan apapun untuk dipaksakan bersaing. Masa Depan Anda memiliki nilai yang TIDAK TERHINGGA hanya dibanding dengan pernyataan yang “menjerumuskan” tersebut. Sama halnya dengan nilai sebuah “Pengakuan” diatas masa depan Anda tidak akan pernah bisa diukur dengan uang semata. Karena Masa Depan dan Pengakuan Kredibilitas LP3I yang ada dan terus berkembang ini “TERLALU MAHAL” untuk dipertaruhkan dengan uang, karena sesungguhnya Masa Depan Anda dan Kredibiltas LP3I sangat Kualitatif untuk digambarkan secara Kuantitatif apalagi hanya dengan uang.

Muhammad Lutfi
Jurusan Bisnis Administrasi lulus tahun 2006
( Meniti Ka
rir sejak dibangku kuliah )
Menurut saya, masa muda adalah masa yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencari pengalaman dan menata karir. Oleh sebab itu semenjak saya masih duduk di bangku kuliah saya sudah mempunyai pengalaman kerja. Salah satu pengalaman yang didapatnya yang saya dapatkan adalah saat menjabat sebagai chief Accounting di sebuah perusahaan distributor di Banjarmasin. Padahal saat itu usia saya baru 18 tahun. ini adalah sebuah anugerah dan kebahagiaan tersendiri bagi saya.
Ketika ditanya, apakah kerjaanya tidak mengganggu kuliah ? Lutfi dengan semangat menjawab “ tidak!”, justru dengan kuliah sambil bekerja akan melatih kita untuk bisa mengatur waktu dengan baik, segi positif lainya kalau di tempat kerjannya ada kesulitan bisa dikonsultasikan dengan dosen. Lagi pula menurutnya pihak kampus sangat mendukung mahasiswanya untuk bisa bekerja, hal ini ditunjukkan dengan adanya paket kuliah malam hari untuk siswa yang duduk di tingkat senior. Keingginan saya untuk mencari pengalaman kerja sebanyak-banyaknya tidak cukup sampai disitu, saat ini saya bergabung
dengan PT. Telkom Indonesia sebagai marketer speedy, prestasi terbaik yang pernah saya raih bersama PT. Telkom menjadi “ The best Sales” di speedy. “ Untuk kawula muda yang ingin sukses dalam karir dan kerja minimal harus mempunyai tiga hal yaitu skill, performace dan attitude yang baik. Pintar saja tidak cukup, harus punya mental yang kuat dan tahan banting “,


RIZKI PRATAMA KAUTSAR
Jurusan Informatika Komputer LP3i Banjarmasin lulusan tahun 2006
( Merintis Usaha selagi masih muda
)
Ketika
lulus SMUN di Surabaya orang tua saya meminta untuk kembali ke Banjarmasin, di Banjarmasin saya ini berkeinginan melanjutkan pendidikan di bidang komputer, karena masih baru Kiki mencoba mencari informasi pendidikan komputer yang baik yang ada di Banjarmasin, teman-teman menyarankan untuk masuk ke LP3i Banjarmasin dan Alhamdulillah diterima .
Pada tahun pertama di LP3i, Kiki sudah mendapatkan pengalaman yang cukup berharga karena saat itu saya terpilih menjadi ketua UKPD ( Unit Kegiatan Peserta Didik ) d
alam organisasi mahasiswa inilah saya belajar manajemen dan organisasi, termasuk membantu teman-teman dalam mengembangan potensi diri masing-masing , ada yang punya potensi di bidang Akuntansi, bisa bergabung dengan Club Akuntansi, Bidang komputer bergabung dengan Club Komputer, Bidang Bahasa Inggris bergabung dengan Club Bahasa Inggris dan lain-lain.
Pada tahun kedua, tepatnya ketika saya duduk di semester 3, diterima kerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT. atas rekomendasi dari LP3i, Jabatan terakhir yang saya adalah sebagai manager IT. Untuk menunjang karier, saya melanjutkan studi di LP3I Politeknik - Bandung. Program Manajemen Informatika, Selama kuliah itulah sayai tidak merepotkan ortu lagi. “ Alhamdulillah selama menempuh studi saya tidak lagi merepotkan orang tua karena saya sudah bisa membiayai kuliah sendiri”
Berbekal pengalaman dan relasi selama bekerja di Terra komputer tersebut, kini saya berani membuka usaha sendiri dibidang IT dan jaringan. “ saya berpandangan bahwa untuk menjadi usahawan tak perlu menungu tua,selagi ada peluang dan kemampuan, kenapa tidak ? “,

TUJUAN PENDIDIKAN

Perkembangan bisnis yang demikian pesat saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang berbakat dan siap pakai, yang menuntut profesionalisme, kematangan, kesiapan dan kejelian dalam mengenali dan menangkap setiap peluang usaha sebagai konsekuensi logis dari persaingan bisnis yang kian tajam dan beragam. Gelar sarjana ternyata bukan jaminan untuk menjadi tenaga siap pakai atau bahkan untuk mendapatkan kerja yang layak dalam dunia bisnis. Persaingan ketat akan merupakan nasib buruk bagi para pencari kerja yang tidak memiliki dasar pengetahuan, keterampilan praktis dan kemampuan analisis yang handal.
LP3I melalui program-program pendidikannya menjawab tantangan ini. Proses belajar mengajar disajikan melalui pendekatan praktis, diskusi kelompok, simulasi, role play dan latihan/kerja praktek (on-the-job training). Disamping itu diadakan kegiatan mentoring agama untuk pembinaan mental spiritual, antara lain untuk memupuk sikap jujur, disiplin, memiliki etika, sopan santun dan moral secara umum. Pendekatan-pendekatan ini ternyata menunjang keberhasilan para peserta didik untuk dapat memahami dan mampu mengamalkan keahliannya, baik melalui latihan kerja praktek di perusahaan - perusahaan, maupun di lapangan kerja yang sesungguhnya.
Selama proses belajar berlangsung, peserta program pendidikan LP3I mendapat dukungan dan bimbingan penuh dari para staf pengajar yang berasal dari kalangan akademisi dan para praktisi profesional yang aktif. Suasana yang sama juga akan didapat pada saat peserta terlibat dalam situasi nyata dari persoalan bisnis di perusahaan ketika mengikuti latihan kerjapraktek.
Dengan perangkat modul dan paket program yang aktual serta proses pendidikan yang berkesinambungan, intensif, dan partisipatif diharapkan para peserta program pendidikan di LP3I memiliki sikap dan kemampuan sebagai berikut :

  • Memiliki sikap dan etos kerja yang memahami dan menghayati nilai-nilai moral, tuntutan mutu yang tinggi dan keunggulan keahlian dalam bekerja di bidangnya.
  • Memiliki keunggulan kompetitif, ulet dan mampu bekerja di bawah tekanan waktu dan mutu.
  • Mampu memecahkan masalah secara sistematis dengan konsekuensi biaya minimum.
  • Memiliki keterampilan konsepsional yang berharga, mampu melihat gambaran perusahaan secara menyeluruh dan bertindak Profesional
  • Memiliki keterampilan sosial interpersonal yang diperlukan untuk meraih sukses dalam hubungan bisnis, memahami dinamika kelompok dan memiliki kemampuan untuk memberi inspirasi dan motivasi rekan kerja.
  • Memiliki moral dan kepribadian yang tangguh tidak mudah putus asa dan berjiwa pantang menyerah.

VISI DAN MISI

VISI

Menjadi Lembaga Pendidikan yang terus menerus menyelaraskan kualitas pendidikannya dengan kebutuhan dunia kerja dalam pembentukan Sumber Daya Manusia yang profesional, beriman & bertaqwa.

MISI

  • Mencetak Sumber Daya Manusia yang siap kerja dengan kemampuan yang terampil dan profesional.
  • Membentuk kepribadian Sumber Daya Manusia yang memiliki jiwa dan kemampuan berwirausaha.
  • Membentuk Sumber Daya Manusia yang berbudi luhur.
  • Membangun jaringan kemitraan dengan dunia usaha dan industri serta asosiasi profesi, didalam dan luar negeri.
  • Memiliki LP3I Networking melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Menjadi lembaga pendidikan terbaik dengan kualitas berstandar Internasional.
  • Memiliki Jaringan LP3I di dalam dan luar negeri.
  • Menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat.
  • Memberikan kesejahteraan dan rasa aman bagi karyawan dan keluarganya

BERDIRINYA LP3I

Fenomena tidak tertampungnya lulusan pendidikan tinggi, terutama yang bergelar sarjana, di dunia kerja bukan cerita milik era tahun 2000-an saja. Bila dirunut ke belakang, sebenarnya gejala tersebut sudah mulai muncul ke permukaan sekitar duapuluhan tahun sebelumnya. Semakin hari semakin meresahkan masyarakat yang mengalaminya langsung. Namun hingga menjelang akhir 1980-an, belum ada tanda-tanda pihak yang merasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut, baik pemerintah maupun swasta. Semua masih yakin bahwa model pendidikan yang dijalankan (oleh perguruan tinggi) pada saat itu masih yang terbaik.
Tapi ternyata ada juga sekelompok generasi muda berpikiran maju yang berpendapat lain. Kelompok ini, yang dimotori oleh M. Syahrial Yusuf, merasa bahwa ada kesenjangan antara pendidikan dengan dunia kerja dan masalah ini harus segera diantisipasi. Harus ada pendidikan yang dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan dunia kerja.
Atas dasar itulah, maka Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) didirikan pada 29 Maret 1989 dengan kampus pertama di Pasar Minggu - Jakarta Selatan.
Melihat keberhasilan model pendidikan yang dijalankan oleh LP3I, animo masyarakat pun semakin besar. Peserta didik bukan hanya penduduk ibukota saja, bahkan dari beberapa daerah yang cukup jauh. Oleh sebab itulah, LP3I membuka kampus-kampus di hampir setiap ibukota propinsi.

LP3i Cabang Banjarmasin sendiri mulai berdiri pada tahun 2001 hingga sekarang telah menempati kampus milik sendiri, dengan fasilitas yang tersedia dengan standard nasional..
Kini, dengan jumlah kampus yang tersebar di 50 lokasi di seluruh Indonesia. Kiprah LP3I semakin diakui oleh masyarakat luas. Pengakuan dari dunia industri tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang merekrut lulusan LP3I. Sedangkan pengakuan lain datang dari dunia pendidikan dalam dan luar negeri melalui kerjasama transfer kredit dan konversi mata kuliah.

SAMBUTAN BRANCH MANAGER

Bahagia sekali rasanya kami bisa berada di tengah Anda menghadirkan sekelumit informasi mengenai lembaga pendidikan kami, yang selama 19 tahun terakhir ini telah turut membantu ribuan lulusannya meraih cita-cita menjadi profesional di bidangnya masing-masing. Kami merasa bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi ini seluas-luasnya agar Anda, para generasi muda, tidak keliru dalam menentukan pilihan tempat belajar lanjutan pasca SMU/K maupun bagi yang ingin mengembangkan karir. Yang kami inginkan hanya: Anda mendapatkan pendidikan terbaik yang dapat sepenuhnya dalam pengembangan karir Anda dan, tentunya juga, peningkatan kualitas hidupAnda
Sebagai pelopor pendidikan LINK&MATCH di Indonesia, yaitu pendidikan yang berorientasi ke dunia kerja tanpa meninggalkan kaidah-kaidah akademis, kami terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan kurikulum dengan mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia kerja. Itulah yang menyebabkan daya saing lulusan LP3I di mata perusahaan selama ini tetap tinggi dan sulit untuk ditiru oleh lembagalain
Era globalisasi sudah di depan mata, persaingan untuk terjun ke dunia kerja akan semakin keras. Kami siap menghadapinya! Bagaimana dengan Anda ?

Wassalam,

Rm. Sis Rahardjo.SE