Senin, 12 Mei 2008

INFO KOTA BANJARMASIN PASAR TERAPUNG (FLOATING MARKET) DI BANJARMASIN

SUNGGUH nggak afdhol jika ke Banjarmasin nggak mampir ke Pasar Terapung. Ungkapan itu sering kali diucapkan tamu-tamu luar daerah yang bertandang ke Banjarmasin, yang memang asing dengan pasar yang terapung tersebut.

Jika berangkat dari pusat kota dengan menggunakan perahu mesin atau yang biasa disebut Klotok, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk menuju pasar yang berada di aliran Sungai Barito tersebut.

Namun, jika dari pusat kota hingga kawasan Alalak menggunakan transportasi darat, maka tak memerlukan banyak waktu untuk sampai ke pasar tersebut. Biaya untuk sewa klotok pun tak begitu mahal. Karena, antara Alalak dengan lokasi Pasar Terapung tak begitu berjauhan. Kalau dari Alalak, klotok biasanya dicarter dengan harga Rp70 ribu (tergantung bisa tidaknya pencarter me-nego). Selain diajak menyusuri sepanjang pasar, pencarter pun bakal diajak berwisata ke Pulau Kembang

Pasar terapung ini sudah ada sejak lebih 400 tahun lalu. Dimana, penduduk dari pedalaman membawa hasil bumi atau hasil kerajinannya untuk dijual secara barter dengan barang dari penduduk pesisir dan pedagang-pedagang yang datang kepasar tersebut. Namun, tentunya itu tradisi dulu. Sekarang, sudah nggak ada lagi yang namanya sistem barter di pasar tersebut.

Selain dilakukan di atas aliran sungai (perahu, red), kekhasan pasar ini adalah waktu transaksinya yang berkisar dari pukul 05.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar bakal sepi. Karena, setelah pukul 09.00 Wita tersebut, para pedagang akan berpencar, menyusuri sungai-sungai kecil, untuk menjual barang dagangnya ke penduduk yang rumahnya berada di bantaran sungai.

Banyak yang diperjualbelikan. Mulai dari sayur-mayur, bahan kerajinan, buah-buahan, dan banyak yang lainnya. Bagi Anda yang hanya ingin bersantai, Anda pun bisa menikmati secangkir teh atau
kopi, plus makanan/ kue khas Banjar, sembari menikmati goyangan
ombak yang menerpa klotok yang Anda tumpangi
.

Penasaran? Makanya, kalo ke Banjarmasin, jangan lupa ke Pasar Terapung ya...Karena, sebagaimana yang disebutin di atas, nggak afdhol banget gitu lhoh, kalo ke Banjarmasin nggak mampir ke pasar yang satu ini...he...he... (khairil/ sumber : Visitors Guide Book South Kalimantan 1991)

(sumber artikel banjarmasinkoe.blogdrive)

4 komentar:

ari_sutrisno_iks02 mengatakan...

ummmm...kita memang harus memberi info kemasyarakat banyak kalau pasar terapung masih ada.. karena ini merupakan suatu kekayaan khasanah budaya banjarmasin....dan kita sebagai yang masih muda, harus melestarikannya...
terimakasih buat Lp3i yang membangun banua banjar dan melestarikan budaya banjar sendiri/...

Anonim mengatakan...

mmmmm...memang untuk tempat wisata seperti ini harus kita lestarikan, karena pasar terpung adalah ujung tombak perdagangan pada masa dulunya, maksih LP3I yang sudah mau menginformasikan salah satu kebudayaan banjarmasin...
(Abdul rahman IKS02)

Lina_IKS_01 mengatakan...

bicara ttg pasar terapung alias floating market, ini emang uda jadi ciri khas kota banjarmasin atawa kalsel sbg kota seribu sungai,, meskipun sungainya sudah seribu lg jumlahnya, namun kita harus tetap melestarikan ciri khas banua tersebut dan terus menerus memperkenalkannya kepada dunia luas,,baik itu di lingkup wilayah indonesia, maupun pada wisatawan mancanegara,, biar kita`` sebagai urang banua bisa dikenal juga,, ehehe,,

Febria(Feby)IKS_01 mengatakan...

Stujuuu,,,
gag afdhol klo dtg ke bjm gag nyempatin bwt singgah ke pasar terapung,, yah semoga aja budaya akan pasara terapung sbg ikon banua kita akan tetap lestari,, klo bukan kita kita so sapa lagi yg melestarikan? so temen`` yg pd suka bedagang, nanti bedagangnya di pasar terapung aja iaa,, :D biar tetep lestari,,